Laporan Praktikum
Bioteknologi
PENGENALAN
LABORATORIUM
KULTUR
JARINGAN
Nama : Muhammad Asdhani
Kelas : Agroteknologi 01
LABORATORIUM
KULTUR JARINGAN TANAMAN
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN UNVESITAS SYIAH
KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada dasarnya ukuran dan keadaan laboratorium yang dibutuhkan untuk
kegiatan perbanyakan secara kultur jaringan akan sangat tergantung kepada
tujuan dan minat dari pengguna laboratorium tersebut. Para pengguna
laboratorium kultur jaringan yang amatir dan hanya memiliki areal pembibitan
tanaman yang kecil dapat berkeja hanya dengan menggunakan sebuah ruang yang
kecil, akan tetapi bagi yang lebih bersifat komersialal selain memerlukan
laboratorium yang sangat alengkap, juga harus memilii ruang untuk menyimpan
tanaman hasil kultur serta fasilitas perkantoran.
Fasilitas
laboratorium kultur jaringan yang
digunakan untuk tujuan penelitian dan bersifat akademik akan sangat berbeda
dengan laboratoriun yang digunakan untuk tujuan produksi dalam skala besar.
Deskripsi untuk dasilitas sebuah laboratorium kultur jaringan dan prosedur
untuk tujuan penelitian pertama kali dikemukakan oleh Butenki (1964) DAN Street
(1977) dalam George (1996).
1.2 Tujuan Praktikum
1. Intruksional Umum
Diharapkan
mahasiswa mengetahui fasilitas dan persyaratan yang dibutuhkan untuk
Laboratorium Teknik Kultur jaringan tanaman.
2. Intruksional Khusus
Mahasiswa
dapat mengenal dengan baik peralatan yang dibutuh kan untuk suatu laboratorium
kultur jaringan tanaman
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Di dalam memulai melakukan kegiatan kultur jaringan
diperlukan ruang dan peralatan. Ukuran ruang yang diperlukan dapat disesuaikan
dengan volume aktivitas kultur jaringan yang akan dilakukan. Ruang yang
diperlukan untuk kegiatan kultur jaringan yaitu laboratorium yang ideal yang
memiliki: 1.) Ruang persiapan yang di dalamnya terdapat timbangan analitik,
lemari pendingin, hotplate, mikrowave, oven, pH meter, alat-alat gelas standar
(labu takar, pipet volume, erlenmeyer, gelas piala, batang pengaduk dari gelas,
dan wadah kultur), alat untuk mencuci (washtaple), lemari untuk alat dan bahan
kimia, sentrifuse, fumehood, destilator, dan kereta dorong; 2.) Ruang transfer
yang di dalamnya terdapat laminar air flow, dissecting, mikroskop, alat
diseksi, lemari tempat penyimpanan alat-alat steril, dan timbangan kecil. 3.)
Ruang kultur yang dilengkapi dengan rak kultur dan lampu fluorescent, timer
untuk mengatur lama penyinaran, AC untuk mengontrol temperatur, mikroskop
binokuler, dan shaker. (Barahima, 2011).
Kultur jaringan tanaman terdiri dari sejumlah teknik
untuk menumbuhkan organ, jaringan dan sel tumbuhan. Jaringan dapat dikulturkan
pada agar padat atau dalam medium hara cair. Jika ditanam dalam agar, jaringan
akan membentuk kalus, yaitu massa atau sel-sel yang tak tertata. Kultur agar
juga mempergunakan teknik untuk meristem (Suryo, 1992).
Adapun gambaran secara sederhana proses kultur jaringan
tanaman sampai akhirnya menjadi tanaman yang lengkap dan dapat dipindahkan ke
medium tanah atau medium bukan artifisial lainnya. Secara garis besar meode
perbanyakan tanaman secara kultur jaringan terdiri atas empat tahapan, yaitu
seleksi dan penyiapan kultur aseptic, multiplikasi kultur, regenerasi plantlet,
aklimatisasi, dan pemindahan ke tanah. Dalam tahapan seleksi dan penyiapan
kultur aseptic dilakukan pengambilan bahan awal dan penanamannya pada medium in vitro yang sesuai. Setelah diperoleh
tunas pada tahapan pertama, dilakukan multiplikasi kultur untuk mendapatkan
tunas-tuans baru dalam jumlah lebih banyak. Tunas-tunas baru hasil perbanyakan
kemudian dipindahkan ke medium yang khusus dibuat untk menginduksi pembentukan
akar sehingga akhirnya terbentuk plantlet yang lengkap. Planlet yang terbentuk
selaniutnya diadaptasi dengan lingkungan alami sebagi persiapan untuk dipindahkan
dan ditanam di tanah atau lapangan (Yuwono, 2008).
Keberhasilan dalam teknologi serta penggunaan metode in vitro terutama disebabkan pengetahuan
yang lebih baik tentang kebutuhan hara sel dan jaringan yang dikulturkan. Hara
terdiri dari komponen yang utama dan komponen tambahan. Komponen utama meliputi
garam mineral, sumber karbon (gula), vitamin dan pengatur tumbuh. Komponen lain
seperti senyawa nitrogen organic, berbagi asam organic, metabolit dan ekstak
tambahan tidak multak, tetapi dapat menguntungkan ketahan sel dan
perbanyakannya.
Medium yang digunakan untuk kultur jaringan tanaman
dapat berupa medium padat atau cair. Medium padat digunakan untuk
menghasilkan kalus yang selanjutkan diinduksi membentuk tanaman yang lengkap,
sedangkan medium cair biasanya dugunakan untuk kultur sel. Medium yang
diggunakan mengandung lima komponen utama, yaitu senyawa anorganik, sumber
karbon, vitamin, zat pengatur tumbuh dan suuplemen organik (Anonim, 2011).
BAB III
METODOLOGI PERCOBAN
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari
rabu tanggal 14 Oktober 2015. Bertempat di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman,
Faultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala.
3.2 Cara Kerja
1. Amati alat – alat yang ada di
laboratorium
2. Catat anama serta fungsi alat
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Timbanga Analitik
Untuk meninbang dengan tingkat
ketelitian yang lebih besar
|
|
Stirer mixer dan
hotplate
Untuk menghomogenkan kan larutan
atau media
|
|
Microwave
Untuk memanas kan media
|
|
Rak Penyimpanan
Tempat meletakkan alat – alat yang
telah di cuci setelah di gunakan.
|
|
Air Flow Cabinent
Tempat kerja kultur jaringan. Air
Flow Cabinet diharapakn dapat menyediakan tempat kerja yang lebih steril
|
|
Kulkas
Tempat penyimpanan media dan bahan
pembuat media
|
|
Autoclave
Untuk mengsterilkan alat dan bahan
yang akan di gunakan untuk kultur jaringan
|
|
Masih
ada alat alat lain seperti Busen, pinset, scalpel, petridish dan botol kultur
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1.
Ruang
kerja kultur jaringan haruslah steril, agar tidak terjadi kontaminasi bakteri
ataupun jamur.
2.
Semua
alat yang akan di gunakan wajib di sterilkan terlebih dahulu menggunakan
autoclave.
3.
Pastikan
untuk selalu berkeja kultur jaringan menggunakan air flow cabinet.
5.2 Saran
1.
Sebelum
melakukan pratikum sebaikanya pratikan memcuci tangan hingga siku.
2.
Sterilkan
alat minimal 2 jam sebelum praktikum dimulai
3.
Gunakan
masker yang bersih (baru) dan sarung tangan steril
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2011.Pengenalan Alat Laboratorium Bioteknologi.
Fakultas Pertanian. Universitas
Hasanuddin
Barahima
Abbas, 2011. Prinsip Dasar Teknik Kultur
Jaringan. Alfabeta. Bandung.
George, 1996,
dalam Zuyasna, 2015, Penuntun Praktikum Bioteknologi Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.
Suryo. 1992. Genetika.
Gadjah Mada University Press. Jakarta.
Yuwono
Triwibowo, 2008. Bioteknologi Pertanian.
Gadjah Mada University Press.Yogyakarta.
Zuyasna,
2015, Penuntun Praktikum Bioteknologi
Pertanian, Universitas Syiah Kuala.
Banda Aceh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar