Sabtu, 16 Januari 2016

PENGENALAN LABORATORIUM KULTUR JARINGAN



Laporan Praktikum Bioteknologi

PENGENALAN LABORATORIUM
KULTUR JARINGAN



                                        Nama                      : Muhammad Asdhani
                                        NIM                        : 1305101050121
                                        Kelas                       : Agroteknologi 01









LABORATORIUM KULTUR JARINGAN TANAMAN
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN UNVESITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Pada dasarnya ukuran dan keadaan laboratorium yang dibutuhkan untuk kegiatan perbanyakan secara kultur jaringan akan sangat tergantung kepada tujuan dan minat dari pengguna laboratorium tersebut. Para pengguna laboratorium kultur jaringan yang amatir dan hanya memiliki areal pembibitan tanaman yang kecil dapat berkeja hanya dengan menggunakan sebuah ruang yang kecil, akan tetapi bagi yang lebih bersifat komersialal selain memerlukan laboratorium yang sangat alengkap, juga harus memilii ruang untuk menyimpan tanaman hasil kultur serta fasilitas perkantoran.
            Fasilitas laboratorium kultur jaringan  yang digunakan untuk tujuan penelitian dan bersifat akademik akan sangat berbeda dengan laboratoriun yang digunakan untuk tujuan produksi dalam skala besar. Deskripsi untuk dasilitas sebuah laboratorium kultur jaringan dan prosedur untuk tujuan penelitian pertama kali dikemukakan oleh Butenki (1964) DAN Street (1977) dalam George (1996).

1.2 Tujuan Praktikum
1.      Intruksional Umum
Diharapkan mahasiswa mengetahui fasilitas dan persyaratan yang dibutuhkan untuk Laboratorium Teknik Kultur jaringan tanaman.
2.      Intruksional Khusus
Mahasiswa dapat mengenal dengan baik peralatan yang dibutuh kan untuk suatu laboratorium kultur jaringan tanaman







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

            Di dalam memulai melakukan kegiatan kultur jaringan diperlukan ruang dan peralatan. Ukuran ruang yang diperlukan dapat disesuaikan dengan volume aktivitas kultur jaringan yang akan dilakukan. Ruang yang diperlukan untuk kegiatan kultur jaringan yaitu laboratorium yang ideal yang memiliki: 1.) Ruang persiapan yang di dalamnya terdapat timbangan analitik, lemari pendingin, hotplate, mikrowave, oven, pH meter, alat-alat gelas standar (labu takar, pipet volume, erlenmeyer, gelas piala, batang pengaduk dari gelas, dan wadah kultur), alat untuk mencuci (washtaple), lemari untuk alat dan bahan kimia, sentrifuse, fumehood, destilator, dan kereta dorong; 2.) Ruang transfer yang di dalamnya terdapat laminar air flow, dissecting, mikroskop, alat diseksi, lemari tempat penyimpanan alat-alat steril, dan timbangan kecil. 3.) Ruang kultur yang dilengkapi dengan rak kultur dan lampu fluorescent, timer untuk mengatur lama penyinaran, AC untuk mengontrol temperatur, mikroskop binokuler, dan shaker. (Barahima, 2011).
            Kultur jaringan tanaman terdiri dari sejumlah teknik untuk menumbuhkan organ, jaringan dan sel tumbuhan. Jaringan dapat dikulturkan pada agar padat atau dalam medium hara cair. Jika ditanam dalam agar, jaringan akan membentuk kalus, yaitu massa atau sel-sel yang tak tertata. Kultur agar juga mempergunakan teknik untuk meristem (Suryo, 1992).
            Adapun gambaran secara sederhana proses kultur jaringan tanaman sampai akhirnya menjadi tanaman yang lengkap dan dapat dipindahkan ke medium tanah atau medium bukan artifisial lainnya. Secara garis besar meode perbanyakan tanaman secara kultur jaringan terdiri atas empat tahapan, yaitu seleksi dan penyiapan kultur aseptic, multiplikasi kultur, regenerasi plantlet, aklimatisasi, dan pemindahan ke tanah. Dalam tahapan seleksi dan penyiapan kultur aseptic dilakukan pengambilan bahan awal dan penanamannya pada medium in vitro yang sesuai. Setelah diperoleh tunas pada tahapan pertama, dilakukan multiplikasi kultur untuk mendapatkan tunas-tuans baru dalam jumlah lebih banyak. Tunas-tunas baru hasil perbanyakan kemudian dipindahkan ke medium yang khusus dibuat untk menginduksi pembentukan akar sehingga akhirnya terbentuk plantlet yang lengkap. Planlet yang terbentuk selaniutnya diadaptasi dengan lingkungan alami sebagi persiapan untuk dipindahkan dan ditanam di tanah atau lapangan (Yuwono, 2008).
            Keberhasilan dalam teknologi serta penggunaan metode in vitro terutama disebabkan pengetahuan yang lebih baik tentang kebutuhan hara sel dan jaringan yang dikulturkan. Hara terdiri dari komponen yang utama dan komponen tambahan. Komponen utama meliputi garam mineral, sumber karbon (gula), vitamin dan pengatur tumbuh. Komponen lain seperti senyawa nitrogen organic, berbagi asam organic, metabolit dan ekstak tambahan tidak multak, tetapi dapat menguntungkan ketahan sel dan perbanyakannya.
            Medium yang digunakan untuk kultur jaringan tanaman dapat  berupa medium padat atau cair. Medium padat digunakan untuk menghasilkan kalus yang selanjutkan diinduksi membentuk tanaman yang lengkap, sedangkan medium cair biasanya dugunakan untuk kultur sel. Medium yang diggunakan mengandung lima komponen utama, yaitu senyawa anorganik, sumber karbon, vitamin, zat pengatur tumbuh dan suuplemen organik (Anonim, 2011).
















BAB III
METODOLOGI PERCOBAN

3.1 Waktu dan Tempat
            Praktikum ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 14 Oktober 2015. Bertempat di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Faultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala.

3.2 Cara Kerja
1.      Amati alat – alat yang ada di laboratorium
2.      Catat anama serta fungsi alat





















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Timbanga Analitik
Untuk meninbang dengan tingkat ketelitian yang lebih besar
Stirer mixer dan hotplate
Untuk menghomogenkan kan larutan atau media
Microwave
Untuk memanas kan media
Rak Penyimpanan
Tempat meletakkan alat – alat yang telah di cuci setelah di gunakan.
Air Flow Cabinent
Tempat kerja kultur jaringan. Air Flow Cabinet diharapakn dapat menyediakan tempat kerja yang lebih steril
Kulkas
Tempat penyimpanan media dan bahan pembuat media
Autoclave
Untuk mengsterilkan alat dan bahan yang akan di gunakan untuk kultur jaringan


            Masih ada alat alat lain seperti Busen, pinset, scalpel, petridish dan botol kultur












BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
1.      Ruang kerja kultur jaringan haruslah steril, agar tidak terjadi kontaminasi bakteri ataupun jamur.
2.      Semua alat yang akan di gunakan wajib di sterilkan terlebih dahulu menggunakan autoclave.
3.      Pastikan untuk selalu berkeja kultur jaringan menggunakan air flow cabinet.

5.2 Saran
1.      Sebelum melakukan pratikum sebaikanya pratikan memcuci tangan hingga siku.
2.      Sterilkan alat minimal 2 jam sebelum praktikum dimulai
3.      Gunakan masker yang bersih (baru) dan sarung tangan steril
















DAFTAR PUSTAKA



Anonim, 2011.Pengenalan Alat Laboratorium Bioteknologi. Fakultas Pertanian.     Universitas Hasanuddin
Barahima Abbas, 2011. Prinsip Dasar Teknik Kultur Jaringan. Alfabeta.    Bandung.
George, 1996, dalam Zuyasna, 2015, Penuntun Praktikum Bioteknologi      Pertanian, Universitas Syiah             Kuala. Banda Aceh.
Suryo. 1992. Genetika. Gadjah Mada University Press. Jakarta.
Yuwono Triwibowo, 2008. Bioteknologi Pertanian. Gadjah Mada University         Press.Yogyakarta.
Zuyasna, 2015, Penuntun Praktikum Bioteknologi Pertanian, Universitas Syiah      Kuala. Banda Aceh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar