Laporan Praktikum I
PENANAMAN
GULMA
Nama : Muhammad Asdhani
NIM : 1305101050121
Kelas : 1
Kelompok : 4
LABORATORIUM
PENGELOLAAN GULMA
PROGRAM
STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM
– BANDA ACEH
2015
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Gulma memiliki sifat-sifat, antara
lain pertumbuhannya cepat, mempunyai daya saing yang kuat dalam memperebutkan
faktor-faktor kebutuhan hidupnya, mempunyai toleransi yang besar terhadap
kondisi lingkungan yang ekstrem, mempunyai daya berkembang biak yang besar
secara vegetatif dan atau generatif,
Dengan sifat-sifat tersebut, gulma
dapat dengan mudah tumbuh serta berkembang dengan pesat di area tanaman
budidaya. Pada umumnya, gulma dibagi menjadi 3 golongan berdasarkan ciri
morfologinya, yaitu teki-tekian, berdaun lebar, dan rumput-rumputan.
Pada umumnya persaingan gulma
terhadap pertanaman terjadi dan terparah pada saat 25 – 33 % pertama pada
siklus hidupnya atau ¼ - 1/3 pertama dari umur pertanaman. Persaingan gulma
pada awal pertumbuhan tanaman akan mengurangi kuantitas hasil panenan,
sedangkan gangguan persaingan gulma menjelang panen berpengaruh lebih besar
terhadap kualitas hasil panenan. Waktu pemunculan (emergence) gulma terhadap
pertanaman merupakan faktor penting di dalam persaingan.
1.2
Tujuan
Untuk mengetahui jenis gulma serta
pertumbuhan gulma tersebut
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Kirinyuh merupakan tumbuhan perdu
berkayu tahunan. Tumbuhan ini memiliki susunan akar berupa akar tunggang,
besar, dan dalam. Kirinyuh merupakan salah satu dari jenis gulma. Gulma ini
memiliki karakteristik: daun berbentuk segitiga, mempunyai tiga tulang daun
yang nyata terlihat bila diremas akan tercium bau yang khas, percabangan yang
berhadapan, perbungaan majemuk yang dari jauh terlihat berwarna putih.
Penyebaran tumbuhan ini berada di ketinggian 50 -1000 mdpl. sebagai tumbuhan "Perennial
menyebarkan semak berebut 1 sampai 5 m. Batang silinder, ditutupi dengan rambut
pendek padat. Daun sebaliknya, tombak berbentuk, 7 to18 cm, 2,5-8 cm lebar,
puber, hijau pucat di bawah, tiba-tiba menyempit dengan tangkai daun berbentuk
baji 0,5 sampai 3 cm Floral kepala 2 sampai 3 mm diameter, 5 sampai 6 mm,
disusun dalam corymbs terminal besar;.. kepala masing-masing terdiri 3 atau 4
seri bracts involucral melampirkan putih krem sampai 15 10 kuntum dengan
Corolla 4 sampai 5 mm; bunga harum Achenes lonjong, sudut, sampai 1,5 mm,
dengan 4 mm keputihan pappus lama (Sugianto, 2013).
Nama umum di Indonesia: Kirinyuh
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Super Divisi: Spermatophyta
(Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan
berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua
/ dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Eupatorium
Spesies: Eupatorium inulifolium
Kunth
Kerabat Dekat : Glepangan,
Prasman"(Waterhouse & Mitchell 1998, PIER 2008)
Sisi Merugikan C. odorata
Secara umum, tumbuhan ini
menyandang status sebagai gulma atau tumbuhan pengganggu, yang merupakan
kompetitor tanaman budidaya, terutama dalam hal penyerapan air dan unsur hara.
Prawiradiputra (2007) mengemukakan
bahwa tumbuhan ini merupakan gulma yang sangat merugikan karena: (1) dapat
mengurangi kapasitas tampung padang penggembalaan, (2) dapat menyebabkan
keracunan, bahkan mungkin sekali kematian ternak, (3) menimbulkan persaingan
dengan rumput pakan, sehingga mengurangi produktivitas padang rumput, dan (4)
dapat menimbulkan bahaya kebakaran terutama pada musim kemarau. Selain itu,
gulma ini juga diketahui dapat menjadi tempat persembunyian bagi serangga yang
merugikan, antara lain dari ordo Hemiptera dan Diptera.
Melihat cukup seriusnya dampak
buruk yang ditimbulkan dari keberadaan gulma ini, maka pada tahun 1993 hingga
pertengahan 1994, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) bekerjasama dengan
Australia Centre for International Agricultural Research (ACIAR) mengintroduksi
lalat puru Procecidochares connexa dari Tucuman, Argentina, yang merupakan
musuh alami C. odorata. P. connexa meletakkan telur pada pucuk muda C. odorata,
kemudian larva yang menetas segera masuk ke dalam jaringan pucuk untuk membuat
puru. Larva berkembang dan memupa di dalam puru, satu puru dapat berisi
beberapa larva masing-masing dalam ruang yang berbeda. Lalat dewasa keluar dari
puru dengan membuat lubang keluar. Terbentuknya puru diharapkan dapat menekan
pertumbuhan dan pembentukan biji C. odorata (Mudita 2012).
Dalam dunia pertanian, tanah
mempunyai peranan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman, tempat
persediaan udara bagi pernapasan akar, tempat persediaan unsur-unsur makanan
bagi tumbuhan, tempat persediaan air bagi tumbuh-tumbuhan dan tempat
berkembangnya mikro dan makroorganisme yang berpengaruh terhadap pertumbuhan
dan kesehatan tanaman. Tanah yang subur akan memberikan
pengaruh yang baik pada tumbuhan yang tumbuh di atasnya, baik itu tanaman yang
di budidayakan maupun tanaman yang tidak di budidayakan misalnya gulma .
Kesuburan gulma dipengaruhi oleh jenis tanah dimana gulma tersebut tumbuh
karena jenis tanah yang berbeda maka kesuburan gulma akan berbeda pula (Husnalita,
dkk. 1996).
Penggunaan pupuk kandang selain
dapat menyuburkan tanah juga dapat menyuburkan gulma, karena gulma akan mudah
tumbuh pada kondisi tanah yang subur. Penggunaan pupuk kandang mendorong
pertumbuhan gulma melalui biji atau bagian gulma yang tetap dapat tumbuh
meskipun sudah melaui proses pencernaan (Chaeruddin 1996).
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Waktu
dan Tempat
Praktikum
ini dilaksanakan pada hari kamis tanggal 1 Oktober 2015. Bertempat di
laboratorium Ilmu Gulma Fakultas Pertanian Universitas Syiah kuala
3.2 Alat
dan Bahan
·
Benih gulma
·
Tanah : pasir : kompos (1:1:1)
·
Cup aqua gelas
·
Kertas label
·
Tempat pembibitan
3.3 Cara
Kerja
·
Media tanam : tanah,pasir dan kompos
dicampur dengan perbandingan 1:1:1
·
Penanaman dilakukan di tempat pembibitan
yang disadiakan
·
Setelah daun gulma yang tumbuh sebanyak
5 daun, gulma dipindahkan ke dalam cup yang telah berisikan campuran tanah:
kompos: dan pasir dengan perbandingan 1:1:1
·
Perhitungan parameter :tinggi
tanaman,jumlah daun dan diameter batang. Dihitung pada 2 minggu setelah pindah tanam.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
dan Pembahasan
Tabel data hasil pengamatan perhitungan rata-rata
tinggi dan jumlah daun gulma Kirinyuh
jenis pengamatan
|
pengamatan minggu ke-
|
||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
tinggi
|
2,23
|
2,3
|
2,75
|
3,63
|
6,04
|
jumlah daun
|
3,3
|
3.6
|
4
|
5,2
|
6,4
|
Pembahasan
Dalam
praktikum ini dilakukan penanaman gulma, dari jenis daun lebar Kirinyuh (Chromolaena orodata) dengan media tanah,
pasir dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Dalam cup air mineral.
Dari
tabel diatas diperoleh perbedaan pertumbuhan tertinggi dari minggu ke-4 dan
minggu ke-5. Pada minggu ke-1 hingga minggu ke-3 terjadi sedikit perbedaan
dikarenakan, di tempat penanaman tidak mendapat kan cahaya matahari yang cukup,
hal ini baru disadari pada saat pengamatan minggu ke-3.
Pada
jumlah daun tidak terjadi perubahan yang signifikan, akan tetapi terjadi
perbedaan lebar daun yang tidak jadi bagian pengamatan pada praktikum kali ini.
BAB V
KESIMPULAN
Kesimpulan
Dari praktikum penanaman gulma yang telah di lakukan maka di dapat di
tarik kesimpulan bahwa :
1. pemberian
kompos berpengaruh terhadap pertumbuhan Kirinyuh. Selain dengan pemberian pupuk
kandang, pertumbuhan gulma juga di sebabkan karena adanya factor internal dan
factor eksternal.
2. Kirinyuh
termasuk gulma berdaun lebar, dengan batang berkayu juga guma tahunan.
3. Tanaman
kirinyuh tidak memilih tanah untuk pertumbuhannya. Kirinyuh sangat mudah
berkembang, bijinya kecil dan ringan.
DAFTAR PUSTAKA
Chaeruddin1996.Gulma.http://dennisruswanda.blogspot.com/2012/04/gulma.html
Di
akses pada tanggal 20 oktober 2015
Husnalita, dkk. 1996. Aplikasi Pupuk Kandang dan
Tanaman Sela Pada Gulma.
http://pustakapertanianub.staff.ub.ac.id/files/2012/05/jurnal-tari.pdf.
Di
akses
pada tanggal 11 november 2015
Mudita, 2012, dalam http://ditjenbun.pertanian.go.id/perlindungan/berita
-226- kirinyuh-chromolaena-odorata-gulma-dengan-banyak-potensi- manfaat.html. Diakses pada tanggal
19 November 2015
Prawiradiputra, 2007,
dalam http://ditjenbun.pertanian.go.id/perlindungan/berita
-226-kirinyuh-chromolaena-odorata-gulma-dengan-banyak-potensi- manfaat.html. Diakses pada tanggal
19 November 2015
Sugiato.2013.
http://ditjenbun.pertanian.go.id/perlindungan/berita-226-kirinyuh-
chromolaena-odorata-gulma-dengan-banyak-potensi-manfaat.html
diakses
pada
10 oktober 2015
Waterhouse & Mitchell .1998.
http://www.plantamor.com/index.php?plant=1702

Tidak ada komentar:
Posting Komentar