Sabtu, 16 Januari 2016

PENANAMAN GULMA

Laporan Praktikum I

PENANAMAN GULMA

Nama               : Muhammad Asdhani
NIM                : 1305101050121
Kelas               : 1
Kelompok       : 4




LABORATORIUM PENGELOLAAN GULMA
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM – BANDA ACEH
2015


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang

Gulma memiliki sifat-sifat, antara lain pertumbuhannya cepat, mempunyai daya saing yang kuat dalam memperebutkan faktor-faktor kebutuhan hidupnya, mempunyai toleransi yang besar terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem, mempunyai daya berkembang biak yang besar secara vegetatif dan atau generatif,
Dengan sifat-sifat tersebut, gulma dapat dengan mudah tumbuh serta berkembang dengan pesat di area tanaman budidaya. Pada umumnya, gulma dibagi menjadi 3 golongan berdasarkan ciri morfologinya, yaitu teki-tekian, berdaun lebar, dan rumput-rumputan.
Pada umumnya persaingan gulma terhadap pertanaman terjadi dan terparah pada saat 25 – 33 % pertama pada siklus hidupnya atau ¼ - 1/3 pertama dari umur pertanaman. Persaingan gulma pada awal pertumbuhan tanaman akan mengurangi kuantitas hasil panenan, sedangkan gangguan persaingan gulma menjelang panen berpengaruh lebih besar terhadap kualitas hasil panenan. Waktu pemunculan (emergence) gulma terhadap pertanaman merupakan faktor penting di dalam persaingan.
1.2              Tujuan
Untuk mengetahui jenis gulma serta pertumbuhan gulma tersebut



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Kirinyuh merupakan tumbuhan perdu berkayu tahunan. Tumbuhan ini memiliki susunan akar berupa akar tunggang, besar, dan dalam. Kirinyuh merupakan salah satu dari jenis gulma. Gulma ini memiliki karakteristik: daun berbentuk segitiga, mempunyai tiga tulang daun yang nyata terlihat bila diremas akan tercium bau yang khas, percabangan yang berhadapan, perbungaan majemuk yang dari jauh terlihat berwarna putih. Penyebaran tumbuhan ini berada di ketinggian 50 -1000  mdpl. sebagai tumbuhan "Perennial menyebarkan semak berebut 1 sampai 5 m. Batang silinder, ditutupi dengan rambut pendek padat. Daun sebaliknya, tombak berbentuk, 7 to18 cm, 2,5-8 cm lebar, puber, hijau pucat di bawah, tiba-tiba menyempit dengan tangkai daun berbentuk baji 0,5 sampai 3 cm Floral kepala 2 sampai 3 mm diameter, 5 sampai 6 mm, disusun dalam corymbs terminal besar;.. kepala masing-masing terdiri 3 atau 4 seri bracts involucral melampirkan putih krem ​​sampai 15 10 kuntum dengan Corolla 4 sampai 5 mm; bunga harum Achenes lonjong, sudut, sampai 1,5 mm, dengan 4 mm keputihan pappus lama (Sugianto, 2013).  
Nama umum di Indonesia: Kirinyuh
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Eupatorium
Spesies: Eupatorium inulifolium Kunth

Kerabat Dekat : Glepangan, Prasman"(Waterhouse & Mitchell 1998, PIER 2008)
Sisi Merugikan C. odorata
Secara umum, tumbuhan ini menyandang status sebagai gulma atau tumbuhan pengganggu, yang merupakan kompetitor tanaman budidaya, terutama dalam hal penyerapan air dan unsur hara.
Prawiradiputra (2007) mengemukakan bahwa tumbuhan ini merupakan gulma yang sangat merugikan karena: (1) dapat mengurangi kapasitas tampung padang penggembalaan, (2) dapat menyebabkan keracunan, bahkan mungkin sekali kematian ternak, (3) menimbulkan persaingan dengan rumput pakan, sehingga mengurangi produktivitas padang rumput, dan (4) dapat menimbulkan bahaya kebakaran terutama pada musim kemarau. Selain itu, gulma ini juga diketahui dapat menjadi tempat persembunyian bagi serangga yang merugikan, antara lain dari ordo Hemiptera dan Diptera.
Melihat cukup seriusnya dampak buruk yang ditimbulkan dari keberadaan gulma ini, maka pada tahun 1993 hingga pertengahan 1994, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) bekerjasama dengan Australia Centre for International Agricultural Research (ACIAR) mengintroduksi lalat puru Procecidochares connexa dari Tucuman, Argentina, yang merupakan musuh alami C. odorata. P. connexa meletakkan telur pada pucuk muda C. odorata, kemudian larva yang menetas segera masuk ke dalam jaringan pucuk untuk membuat puru. Larva berkembang dan memupa di dalam puru, satu puru dapat berisi beberapa larva masing-masing dalam ruang yang berbeda. Lalat dewasa keluar dari puru dengan membuat lubang keluar. Terbentuknya puru diharapkan dapat menekan pertumbuhan dan pembentukan biji C. odorata (Mudita 2012).


Dalam dunia pertanian, tanah mempunyai peranan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman, tempat persediaan udara bagi pernapasan akar, tempat persediaan unsur-unsur makanan bagi tumbuhan, tempat persediaan air bagi tumbuh-tumbuhan dan tempat berkembangnya mikro dan makroorganisme yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Tanah yang subur akan memberikan pengaruh yang baik pada tumbuhan yang tumbuh di atasnya, baik itu tanaman yang di budidayakan maupun tanaman yang tidak di budidayakan misalnya gulma . Kesuburan gulma dipengaruhi oleh jenis tanah dimana gulma tersebut tumbuh karena jenis tanah yang berbeda maka kesuburan gulma akan berbeda pula (Husnalita, dkk. 1996).
Penggunaan pupuk kandang selain dapat menyuburkan tanah juga dapat menyuburkan gulma, karena gulma akan mudah tumbuh pada kondisi tanah yang subur. Penggunaan pupuk kandang mendorong pertumbuhan gulma melalui biji atau bagian gulma yang tetap dapat tumbuh meskipun sudah melaui proses pencernaan (Chaeruddin 1996).
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1       Waktu dan Tempat
            Praktikum ini dilaksanakan pada hari kamis tanggal 1 Oktober 2015. Bertempat di laboratorium Ilmu Gulma Fakultas Pertanian Universitas Syiah kuala
3.2       Alat dan Bahan
·         Benih gulma
·         Tanah : pasir : kompos (1:1:1)
·         Cup aqua gelas
·         Kertas label
·         Tempat pembibitan
3.3       Cara Kerja
·         Media tanam : tanah,pasir dan kompos dicampur dengan perbandingan 1:1:1
·         Penanaman dilakukan di tempat pembibitan yang disadiakan
·         Setelah daun gulma yang tumbuh sebanyak 5 daun, gulma dipindahkan ke dalam cup yang telah berisikan campuran tanah: kompos: dan pasir dengan perbandingan 1:1:1
·         Perhitungan parameter :tinggi tanaman,jumlah daun dan diameter batang. Dihitung pada 2 minggu setelah pindah tanam.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1       Hasil dan Pembahasan
Tabel data hasil pengamatan perhitungan rata-rata tinggi dan jumlah daun gulma Kirinyuh
jenis pengamatan
pengamatan minggu ke-
1
2
3
4
5
tinggi
2,23
2,3
2,75
3,63
6,04
jumlah daun
3,3
3.6
4
5,2
6,4

Pembahasan
            Dalam praktikum ini dilakukan penanaman gulma, dari jenis daun lebar Kirinyuh (Chromolaena orodata) dengan media tanah, pasir dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Dalam cup air mineral.
            Dari tabel diatas diperoleh perbedaan pertumbuhan tertinggi dari minggu ke-4 dan minggu ke-5. Pada minggu ke-1 hingga minggu ke-3 terjadi sedikit perbedaan dikarenakan, di tempat penanaman tidak mendapat kan cahaya matahari yang cukup, hal ini baru disadari pada saat pengamatan minggu ke-3.
            Pada jumlah daun tidak terjadi perubahan yang signifikan, akan tetapi terjadi perbedaan lebar daun yang tidak jadi bagian pengamatan pada praktikum kali ini.


BAB V
KESIMPULAN
Kesimpulan
            Dari praktikum penanaman gulma yang telah di lakukan maka di dapat di tarik kesimpulan bahwa :
1.      pemberian kompos berpengaruh terhadap pertumbuhan Kirinyuh. Selain dengan pemberian pupuk kandang, pertumbuhan gulma juga di sebabkan karena adanya factor internal dan factor eksternal.
2.      Kirinyuh termasuk gulma berdaun lebar, dengan batang berkayu juga guma tahunan.
3.      Tanaman kirinyuh tidak memilih tanah untuk pertumbuhannya. Kirinyuh sangat mudah berkembang, bijinya kecil dan ringan.



DAFTAR PUSTAKA

Chaeruddin1996.Gulma.http://dennisruswanda.blogspot.com/2012/04/gulma.html
            Di akses pada tanggal 20 oktober 2015
Husnalita, dkk. 1996. Aplikasi Pupuk Kandang dan Tanaman Sela Pada Gulma.
            http://pustakapertanianub.staff.ub.ac.id/files/2012/05/jurnal-tari.pdf. Di
            akses pada tanggal 11 november 2015
Mudita, 2012, dalam http://ditjenbun.pertanian.go.id/perlindungan/berita    -226-    kirinyuh-chromolaena-odorata-gulma-dengan-banyak-potensi-         manfaat.html. Diakses pada tanggal 19 November 2015
Prawiradiputra, 2007, dalam http://ditjenbun.pertanian.go.id/perlindungan/berita    -226-kirinyuh-chromolaena-odorata-gulma-dengan-banyak-potensi-         manfaat.html. Diakses pada tanggal 19 November 2015
Sugiato.2013. http://ditjenbun.pertanian.go.id/perlindungan/berita-226-kirinyuh-
            chromolaena-odorata-gulma-dengan-banyak-potensi-manfaat.html diakses
            pada 10 oktober 2015
Waterhouse & Mitchell .1998. http://www.plantamor.com/index.php?plant=1702 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar